Ratusan Chef Nusantara hingga Internasional Dukung Program MBG di SPPG Pangauban

Tribunet.news | Kabupaten Bandung Barat – Ratusan chef dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berkumpul dalam kegiatan silaturahmi dan presentasi menu andalan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut digelar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pramana Nasional, Pangauban, tepatnya di Kampung Cibodas RT 002/RW 008, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sekitar 250 chef hadir dari berbagai wilayah, di antaranya Cianjur, Kalimantan Barat, Tasikmalaya, Jawa Timur, Bandung, Karawang, Tangerang, Sumedang, Purwakarta, Indramayu, Bekasi, Garut, Banten, Depok, Bogor, Aceh, hingga Yogyakarta, serta perwakilan chef dari Prancis.

Acara berlangsung dengan penuh antusiasme. Para chef hadir dengan satu visi, yakni memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi menu bergizi sebagai percontohan untuk mendukung keberhasilan program MBG, khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Mitra/pengelola SPPG Batujajar sekaligus tuan rumah, Hendrik Irawan, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program pemerintah tersebut. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana sosialisasi sekaligus pembuktian bahwa makanan bergizi dengan harga terjangkau tetap dapat disajikan dengan kualitas tinggi.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana mengolah anggaran Rp10 ribu, bahkan Rp8 ribu, menjadi hidangan dengan kualitas rasa setara hotel bintang lima. Ini bukan soal keuntungan, tetapi bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan gizi terbaik,” ujarnya.

Dengan pengalaman panjang di industri kuliner, termasuk dalam pengelolaan dapur skala besar, Hendrik optimistis standar kualitas MBG dapat terus ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar sebagai penerima manfaat utama.

Program MBG dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Para chef sepakat bahwa edukasi gizi harus menjadi bagian penting dalam implementasinya, termasuk memberikan pemahaman kepada sekolah tentang pola makan sehat serta penerapan standar dapur profesional.

Dukungan juga datang dari chef internasional. Perwakilan chef dari Prancis menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas MBG agar mampu memenuhi standar global, baik dari sisi teknik memasak, manajemen dapur, hingga penyajian menu.

Selain itu, para chef dari berbagai daerah, termasuk Indramayu, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan mengembangkan program MBG di wilayah masing-masing.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan menu, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian 2.000 porsi makanan gratis kepada masyarakat serta pengibaran bendera Merah Putih sebagai simbol semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dalam kesempatan tersebut, Hendrik Irawan juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas polemik yang sempat terjadi, termasuk dampak yang menyebabkan operasional dapur SPPG Pangauban dihentikan sementara.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia, kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta pihak terkait atas kesalahan yang terjadi. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk ke depan bisa lebih baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai tantangan, termasuk sorotan publik dan viralnya konten lama, menjadi pelajaran penting dalam menjalankan program berskala nasional. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan melanjutkan kontribusi dalam mendukung program MBG.

Para chef yang tergabung dalam kegiatan ini juga mendorong agar kolaborasi terus diperluas melalui jaringan nasional maupun internasional. Mereka berharap kegiatan serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar di masa mendatang guna memperkuat kualitas dan keberlanjutan program MBG.

“Dapur profesional itu jantungnya ada di chef. Karena itu, kolaborasi dan berbagi pengalaman menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujar salah satu perwakilan asosiasi chef MBG se-Indonesia.

Melalui kolaborasi ratusan chef dari seluruh Nusantara dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjadikan MBG sebagai program unggulan nasional yang mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia secara berkelanjutan.

Dien Yoyo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *