Pemerintah Aceh Laporkan, Realisasi Keuangan Aceh Lampaui Target Capai Rp.3,55 Triliun Hingga Mei 2026
TRIBUNET.News | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melaporkan bahwa untuk realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 telah mencapai Rp.3,55 triliun atau 30,65 persen, dan sudah melampaui target hingga akhir Mei 2026 sebesar 29,23 persen.
“Capaian realisasi keuangan APBA hingga Mei 2026 menunjukkan kinerja positif,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir dalam keterangannya, di Banda Aceh, Jum’at (29/05/2026).
Nasir menjelaskan, adapun realisasi keuangan pemerintah Aceh hingga 26 Mei telah mencapai 30,65 persen atau Rp.3,55 triliun dari total APBA 2026 sebesar Rp.11,6 triliun.
“Capaian ini melampaui target akhir Mei sebesar 29,23 persen, dengan deviasi positif 1,42 persen,” ujarnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang realisasinya berada di bawah target, sehingga perlu segera dilakukan percepatan, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan maupun administrasi.
Adapun SKPA yang paling rendah realisasinya yakni Dinas Dayah Aceh dari pagu Rp.388 miliar, baru terserap 13 persen dari target 50,98 hingga akhir Mei 2026.
Kemudian, Badan Reintegrasi Aceh dari pagu Rp.82,65 miliar baru terealisasi 36,84 persen dari target Mei 73,11 persen, dan Baitul Mal Aceh dengan pagu Rp.261 miliar, baru menyerap 19,08 persen dari target 51,68 persen.
Karena itu, ia meminta kepada seluruh SKPA untuk terus mempercepat pelaksanaan program dan realisasi anggaran agar target pembangunan 2026 dapat tercapai sesuai perencanaan.
Dalam kesempatan ini, M Nasir juga menegaskan bahwa untuk target realisasi keuangan hingga akhir Juni 2026 kedepan telah ditetapkan sebesar 38,31 persen.
Mengejar target tersebut, maka diperlukan penguatan koordinasi dalam mengoptimalkan penyerapan anggaran, terutama pada perangkat daerah dengan deviasi tinggi.
Ia kembali mengingatkan seluruh jajaran SKPA untuk meningkatkan kinerja positif sehingga target pembangunan dan pelayanan publik 2026 tercapai secara tepat waktu, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Percepatan realisasi anggaran penting agar program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal sesuai target,” pungkas M Nasir.
Redaksi
