Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe, Walikota Langsa Jangan Alergi Dengan Kritikan Oleh Kalangan Bawah

Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe, Walikota Langsa Jangan Alergi Dengan Kritikan Oleh Kalangan Bawah

TRIBUNET.News | Kota Langsa, – Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli.S.Sos.I.MM yang juga selaku ASN mengomentari melalui media online ini mengkritik untuk sekedar memberi masukan, lalu kemudian Walikota Langsa berang sehingga beliau di mutasi ke Kecamatan Langsa timur sabagai tenaga staf disana. Rabu (09/06/2026).

Melalui awak media ini Zulfadli mengatakan, Jujur kenapa saya keritik Walikota karena beliau itu pejabat publik sementara harusnya menerima kritikan kalau memang alergi jangan jadi Walikota karena Walikota pun pelayan rakyat bukan PNS saja, ujar Zulfadli,

Beliau menabahkan lagi saya heran zaman sekarang ini mentang-mentang baru sudah jadi pejabat uda sok ngak bisa lagi di keritik padahal semangkin kita pegang jabatan semangkin banyak dosa dan tanggung jawabnya, contoh baru-baru ink saya dapat temuan masih banyak warga Kota Langsa yang garis bawah kehidupanya di bawah angka kemiskinan smentara Walikota pura-pura ngak tau malah bantuan yang dulunya dapat sekarang hilang entah kemana sehingga banyak masyarakat Kota Langsa yang mengeluh kepada saya baik sewaktu saya dinas di Baitulmal sampai saya terima laporan langsung dari masyarakat ke LSM yang saya dirikan, ma’af saya menerima laporan dari masyarakat di luar jam dinas untuk LSM,” ucapnya lagi.

Jangan bangga jadi Walikota kalau masih di demo dengan masyarakatnya dan saya melihat serta menganalisa itu baju ASN saja sampai 15 tahun ngak pernah ada lagi pengadaan untuk ASN di Kota Langsa, jadi kalaulah kita kakulasi berapa jumlahnya yang harus dikeluarkan untuk pembelian baju ASN di kota langsa dan uang pembelian baju itu di kemanakan yang semestinya harus ada seperti mana kantor lain yang ada di indonesia ini. ujar zul dengan tegasnya.

Lalu terakhir Zulfadli yang sering di sapa akrab bung Zul mengnasehati Walikota coba Walikota langsa itu merenungi apa fungsi sesungguhnya Walikota itu apa bisa sewenang-wenang buat kebijakan sendiri tanpa menghiraukan hak azasi manusia yang uda diatur oleh UUD 1945 pasal 28 keseluruhannya apakah sudah layak terpenuhi oleh tugas Walikota terhadap rakyat,

“Ingat pak semangkin kita tinggi menjabat semangkin banyak pertanggung jawaban saudara, baik itu di dunia maupun di akhirat dan ingat pak dosa sesama manusia didalam agama islam susah untuk di ampuni sama tuhan,” tandas bung Zul sambil menutup perkataannya melalui media ini.

Redaksi

Pos terkait