Walikota Langsa Jangan Alergi di Keritik Oleh Kalangan Bawah
TRIBUNET.News | Kota Langsa -Zulfadli.S.sos.I.MM seorang ASN Sekaligus pendiri LSM BLJ yang dimana pernah mengomentari di salah satu media online (Cyber Criminal ) terkait
” RETRIBUSI PARKIR RSUD DI SOROT, PUBLIK DESAK PEMKO LANGSA BUKA DATA PAD SESUAI UU KIP DAN QANUN”
Hal itu bertujuan ingin memberikan masukan kepada Walikota Langsa namun di duga Walikota Langsa berang sehingga saudara zulfadli.S.Sos.I, MM di mutasi oleh Walikota Langsa dari kantor Dinas Kebersihan ke kantor Camat Langsa Timur.
Zulfadli mengatakan jujur kenapa Walikota kita di keritik terkesan marah, dengan menampakan seolah-olah, akulah orang paling hebat, jujur hal ini diduga ketidak mampuan Walikota Langsa menahan emosi dan terlampau dini untuk di paksakan menjadi Walikota, setau saya Walikota itu adalah pejabat publik ngak boleh marah dengan di keritik dan keritik itu harus diterima apa bila itu baik, nah kalau baik saja tidak diterima berarti ada apa-apanya di dalam meregulisasi PAD parkir RSUD Langsa.
Kalau memang alergi di keritik jangan jadi pejabat publik karena pejabat publik itu adalah salah satu untuk melayani rakyat bukan adu hebat-hebatan, jujur di Kota langsa ini masih banyak orang susah dan itu salah satu tanggung jawab wali kota dan baru-baru ini juga saya temui org yang menangis di depan mata saya dan disaksikan oleh wartawan yang dimana nasib hidupnya selalu di jepit ekonomi dan di tekan oleh kebijakan pemerintah yang tidak berpihak sama sekali sama masyarakat kota langsa dan apa itu juga yang di bangga-banggakan oleh Walikota.
Ma’af perlu untuk di ketahui saya ini menerima laporan dari masyarakat semuanya di luar jam kerja saya jadi Walikota dan oknum pejabat jangan sekali-kali mencari kesalahan saya untuk menutupi keburukan kalian selama ini terhadap hak warga Kota Langsa dan PNS yang haknya sekarang ini terabaikan salah satu contoh baju dinas yang sekarang ini tidak pernah ada program lagi untuk di anggarkan, sementara itu dinas vertikal ada jatah pakaian Dinas dari pusat dan yang lebih teragisnya lagi uang otonomi Aceh di Kota Langsa bisanya di bagi-bagikan untuk pembangunan rehap kantor vertikal sementara Kota Langsa selalu ngeluh dengan defisit anggaran dan saya yakin betul kemungkinan Walikota Langsa tau tentang hal itu dan Walikota Langsa sendiri pernah menjabat menjadi anggota di DPRK Langsa.
Disini ingin saya memperjelas agar bisa saling berbagi wawasan untuk Walikota Langsa kita jadi pemimpin jangan bangga kalau masih di demo oleh masyarakatnya dan saya melihat di kota langsa ini diduga mengatasi masalah dengan masah contohnya, ya seperti saya yang di mutasikan olehnya karena imbas dari saya keritik untuk Walikota sementara hak PNS seperti mana pakaian dinas sudah 15 tahun lebih masih saja belum ada pengadaan sampai dengan sekarang ini.
lalu terakhir saya mau sampaikan kepada Walikota langsa lanjut Zulfadli, apa fungsi sesungguhnya Walikota itu dan apa di perbolehkan mengambil keputusan tanpa menghiraukan Hak Azasi Manusia yang telah diatur oleh UUD 1945 kususnya di pasal 28,” tutup Zulfadli melalui media ini.
Redaksi
