Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli, S.Sos.I., M.M, Sampaikan, Untuk Menyuarakan Suara Rakyat Aceh,

Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli, S.Sos.I., M.M, Sampaikan, Untuk Menyuarakan Suara Rakyat Aceh,

TRIBUNET.News | Kota Langsa – Zulfadli, S.Sos.I., M.M. adalah pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Bungoeng Lam Jaroe. LSM tersebut ia dirikan berangkat dari keprihatinanya melihat kondisi saudara sebangsa di Aceh yang kaya sumber daya alam, namun belum sepenuhnya dirasakan manfa’atnya oleh masyarakat.

Menurut Zulfadli, kekayaan Aceh seharusnya berbanding tegak lurus dengan kesejahteraan rakyat, dari Kesenjangan itulah yang mendorong beliau membentuk wadah untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat dari berbagai arah, yang selama ini belum terfasilitasi dengan baik.

Bungoeng Lam Jaro’e hadir sebagai ruang advokasi, Zulfadli menyebutkan, semangat pendiriannya terinspirasi dari semangat perjuangan masa lalu agar suara rakyat kecil tetap didengar oleh pemangku kebijakan.

LSM ini berfokus menampung keluhan warga terkait pelayanan publik, keadilan sosial, dan pemerataan pembangunan. Tujuannya agar kebijakan pemerintah bisa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.

Zulfadli menyampaikan pandangannya secara terbuka. “Walaupun saya bagian dari pemerintah, hati ini miris melihat bangsa sendiri belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Disinilah narasi mengerucut, Zulfadli menegaskan silsilah dan prinsipnya: “Saya masih memiliki hubungan darah dengan pahlawan nasional Teungku Chik Di Tiro, Karena itu, saya memilih jalan pengabdian. Saya bukan tipe yang mencari keuntungan pribadi atau menjatuhkan orang lain demi uang dan penghargaan. Bagi saya, marwah lebih berharga daripada materi.” jelasnya

Prinsip itu menjadi pijakan kerja LSM Bungoeng Lam Jaroe. LSM ini menyatakan tidak akan menggunakan isu rakyat sebagai komersil, melainkan sebagai jalan memperjuangkan solusi konkret bersama rakyat dan pemerintah sesuai dengan cita-cita UUD 1945

Kedepan, tantangan LSM adalah menjaga Independensi, akuntabilitas, dan keberimbangan, Kritik boleh tajam, tapi solusi harus nyata. Itu yang membedakan kerja advokasi dari sekadar retorika,” tandas Zulfadli.

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan keterangan langsung dari pendiri LSM Bungon Lam Jaroe. Demi asas keberimbangan dan kode etik jurnalistik, Tim Investigasi hmembuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak pemerintah maupun pihak terkait lainnya.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *