27 Santri Lirboyo Siap Mengabdi di Mekarjaya, Camat Cikalong Wetan: Ini Energi Baru untuk Ramadhan

Tribunet.news / Kabupaten Bandung Barat – Nuansa religius dan kebersamaan terasa kental di Pondok Pesantren At Taufiq, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, saat 27 santri dari Pondok Pesantren Lirboyo dilepas untuk menjalankan program Safari Ramadhan, Selasa (17/2/2026).

Para santri yang berasal dari Pondok Pesantren Lirboyo tersebut akan mengemban amanah dakwah di 13 titik di Desa Mekarjaya selama bulan suci Ramadhan. Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Camat Cikalong Wetan, H. Dadang A. Sapardan, disaksikan para tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Dadang menilai kehadiran para santri sebagai bentuk sinergi nyata antara pesantren dan pemerintah dalam membangun kualitas keagamaan masyarakat.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka. Kehadiran para santri ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi energi baru bagi masyarakat Mekarjaya dalam menghidupkan suasana Ramadhan,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, Ramadhan adalah momentum strategis untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial. “Bulan suci ini mengajarkan kita untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama. Di sinilah peran santri menjadi sangat penting,” katanya.

Dadang juga berpesan agar para santri mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, dakwah yang efektif bukan hanya disampaikan lewat lisan, melainkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Photo: Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Camat Cikalong Wetan, H. Dadang A. Sapardan, disaksikan para tokoh masyarakat dan warga setempat

“Ilmu yang dimiliki para santri harus tercermin dalam akhlak. Tunjukkan kesederhanaan, kesantunan, dan kepedulian. Masyarakat akan lebih tersentuh oleh keteladanan daripada sekadar ceramah,” tegasnya.

Selama bertugas, para santri akan mengisi berbagai kegiatan seperti pengajian, kuliah tujuh menit (kultum), pembinaan baca tulis Al-Qur’an, serta pendampingan keagamaan bagi anak-anak dan remaja. Program ini diharapkan mampu memperkuat literasi keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda di desa tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial. Semoga ada dampak jangka panjang, lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya,” lanjut Dadang.

Safari Ramadhan ini merupakan inisiatif dari Lembaga Ittihadul Mubalighin Pengurus Cabang Bidang Safari Ramadhan Daerah Priangan 1. Program tersebut menjadi bukti kolaborasi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan yang produktif dan bermakna.

Dengan dilepasnya para santri, masyarakat Mekarjaya kini bersiap menyambut rangkaian kegiatan keagamaan yang diharapkan mampu membawa keberkahan serta memperkuat semangat kebersamaan sepanjang bulan suci.

Pewarta: Dien Yoyo

Pos terkait