Pengawasan P3D 2026, DPRD KBB Soroti Kesehatan Ternak di Ngamprah

Tribunet.news / Kabupaten Bandung Barat – Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, pengawasan difokuskan pada sektor peternakan yang berlangsung di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 02 RW 07, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Jumat (20/2/2026).

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Hj. Pipih Supriati, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan materi mengenai pentingnya kesehatan ternak sebagai fondasi utama dalam pengembangan usaha peternakan lokal.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Kesehatan ternak adalah kunci utama keberhasilan usaha peternakan. Jika ternak sehat, produktivitas meningkat dan pendapatan peternak pun akan lebih stabil,” ujar Hj. Pipih dalam paparannya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah agar berjalan sesuai dengan perencanaan serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Pipih memaparkan sejumlah poin strategis, di antaranya pentingnya vaksinasi rutin untuk mencegah penyebaran penyakit menular, penerapan pola pemeliharaan yang higienis, serta deteksi dini terhadap gejala penyakit pada ternak.

Selain itu, ia juga menegaskan perlunya peran aktif pemerintah daerah dalam menyediakan akses layanan kesehatan hewan, termasuk ketersediaan tenaga medis veteriner dan pendampingan teknis berkelanjutan bagi para peternak.

“Pengawasan ini bukan hanya melihat administrasi program, tetapi memastikan bahwa kebijakan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas usaha peternakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan fokus pada kesehatan ternak dan penguatan pendampingan, diharapkan sektor peternakan di Desa Sukatani dan wilayah Ngamprah secara umum dapat berkembang lebih optimal serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan berlangsung dengan dialog interaktif antara anggota dewan dan para peternak setempat, yang turut menyampaikan aspirasi serta tantangan di lapangan, mulai dari ketersediaan pakan hingga akses layanan kesehatan ternak.

Sumber: Black

Pos terkait