Klarifikasi Dugaan Temuan Benda Asing pada Menu MBG, KaSPPG Cipada Sampaikan Permohonan Maaf

Tribunet.news / Kabupaten Bandung Barat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di wilayah Cikalongwetan sempat menjadi perhatian publik setelah muncul unggahan di media sosial terkait dugaan temuan benda tajam dalam salah satu paket makanan. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis (25/2/2026) dan diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Unggahan seorang orang tua murid memperlihatkan foto kue yang telah dibelah, dengan benda menyerupai jarum jahit di dalamnya. Orang tua tersebut mengaku terkejut karena temuan itu diketahui sebelum makanan dikonsumsi anaknya.

“Benar, dalam kue itu terdapat jarum jahit. Padahal ini menu MBG, bukan di tempat jahit. Untung belum dimakan sama anak saya,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Photo: Dokumentasi Permintaan maaf secara langsung kepada pihak sekolah

Selain dugaan temuan jarum, keluhan lain juga muncul terkait kondisi telur yang dinilai kurang bersih karena masih terdapat kotoran pada cangkangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Yayasan Rona Sunyi Jagaditha Cipada, Muhamad Hamka, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka atas kejadian yang menimbulkan kekhawatiran tersebut.

Dalam keterangannya, Muhamad Hamka menyampaikan bahwa pihak dapur sangat menyesalkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa kejadian itu tidak mencerminkan standar kualitas maupun komitmen mereka terhadap keamanan pangan.

“Kami dari pihak dapur menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ditemukannya benda tajam berupa jarum di dalam produk roti yang diterima. Kejadian ini sangat kami sesalkan dan sama sekali tidak mencerminkan standar kualitas serta komitmen kami terhadap keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG tidak memproduksi roti tersebut, melainkan hanya melakukan penyajian sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh dalam memastikan setiap produk yang disajikan aman untuk dikonsumsi.

Sebagai langkah konkret, pihak SPPG Cipada telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan kerja sama dengan pemasok (supplier) roti terkait. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasokan bahan makanan juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami telah memutuskan untuk memberhentikan kerja sama dengan supplier terkait dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai pasokan bahan makanan kami,” tambahnya.

Terkait keluhan mengenai kebersihan telur, pihak dapur juga memastikan akan memperketat proses pemeriksaan dan penanganan bahan pangan sebelum didistribusikan kepada para siswa.

Program MBG sendiri bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi.

Pihak pengelola berharap klarifikasi dan langkah evaluasi yang telah dilakukan dapat menjawab kekhawatiran masyarakat serta mengembalikan kepercayaan orang tua terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Cikalongwetan.

(Redaksi)

Pos terkait