Tribunet.news | Kabupaten Bandung Barat – Pemerintah Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat menggelar rapat koordinasi dan diskusi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di tingkat desa, Kamis, (2/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala SPPG se-Desa Cikalong, mitra MBG, PIC sekolah, Ketua Kader Posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Koperasi Merah Putih, serta Ketua Karang Taruna Desa Cikalong.
Kepala Desa Cikalong, Agun Gumilar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program MBG di wilayahnya.
“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi untuk menyatukan langkah. Kita ingin program MBG berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Agun mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan program, baik dari unsur pendidikan, kesehatan, keamanan, maupun mitra pelaksana di lapangan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa ke depan diperlukan koordinasi yang lebih intensif dan terstruktur, khususnya dengan pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menurutnya, dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai sekitar 4.000 hingga hampir 5.000 KPM, pelaksanaan MBG di Desa Cikalong membutuhkan pengelolaan yang matang agar tidak terjadi tumpang tindih maupun ketidakseimbangan distribusi.
“Kita perlu duduk bersama, menyamakan data dan perencanaan, agar pelaksanaan di lapangan lebih terarah dan tidak menimbulkan persoalan,” tegasnya.
Selain itu, Agun juga menyoroti pentingnya komunikasi aktif antar pihak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program. Ia menilai, selama ini masih terdapat celah komunikasi yang perlu diperbaiki bersama.
“Kami berharap semua pihak bisa membangun komunikasi dua arah yang baik. Pemerintah desa harus dilibatkan, minimal dalam koordinasi dan informasi,” katanya.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan MBG, termasuk peran kader, distribusi bantuan, hingga keterlibatan unsur masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program.
Tak hanya itu, Kepala Desa juga mendorong agar pelaksanaan MBG dapat memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Cikalong, seperti sektor pangan dan pelaku usaha masyarakat.
“Kita punya banyak potensi di desa, mulai dari penggilingan padi, produksi tahu-tempe, hingga distribusi bahan pangan. Ini harus dimanfaatkan agar dampak ekonominya dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas sosial di tengah pelaksanaan program, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau gesekan di masyarakat.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Harapan kami, ke depan semua pihak bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan menjaga komunikasi yang baik demi kepentingan masyarakat Desa Cikalong,” pungkas Agun.
Dien Yoyo
