Kualitas MBG di SMAN 20 Batam Diragukan, Wali Murid Temukan Buah Busuk dalam Menu Anak

Tribunet.news /Batam — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Batam menuai sorotan. Pada Jumat, 27 Februari 2026, orang tua siswa menemukan buah yang tidak layak konsumsi dalam paket MBG yang dibawa pulang anak dari sekolah.

Saat membuka bungkusan makanan, wali murid mendapati buah salak dalam kondisi busuk serta sebagian buah apel yang sudah tidak segar. Temuan ini memicu kekecewaan dan keraguan orang tua terhadap standar kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG.

Orang tua menilai, buah-buahan yang diberikan kepada anak-anak seharusnya menunjang pemenuhan gizi, bukan justru berpotensi menimbulkan penyakit. Padahal, program MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan mulia untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia.

“Kualitas gizi adalah kunci keberhasilan program MBG. Anggaran negara yang besar seharusnya menjamin makanan yang layak dan aman dikonsumsi. Anak-anak sekolah adalah masa depan bangsa. Memberikan buah busuk sama saja dengan menanamkan penyakit sejak dini,” ujar salah satu orang tua siswa.

Penemuan buah busuk tersebut dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan dan kontrol di lapangan. Orang tua mendesak agar pelaksanaan program MBG segera dievaluasi secara menyeluruh dan pihak pelaksana ditindak tegas apabila terbukti lalai.

Lebih lanjut, para wali murid meminta agar program MBG dihentikan sementara jika tidak mampu menjamin kualitas makanan. Alternatif lain yang diusulkan adalah pengalihan bantuan dalam bentuk uang, sehingga orang tua dapat menyediakan makanan dan buah-buahan yang lebih berkualitas dan aman bagi anak-anak mereka. (Tim)

Pos terkait